Media: Sarasvati Art Communication & Publication
Writer: Dhamarista Intan
Published: 27 July, 2017
Berkarya seni rupa, seringkali digunakan seniman sebagai media kontemplasi. Entah perenungan tentang tujuan hidup hingga penghayatan kepada Sang Khalik, bisa jadi muncul di sana. Begitu pula dengan Galih Reza Suseno, yang menampilkan pemikirannya tentang upaya menemukan Tuhan lewat pameran tunggal “Imago Dei” sejak 21-29 Juli 2017 di Bentara Budaya Yogyakarta.
“Imago Dei” sendiri tidak begitu saja muncul. Kehadiran pameran ini merupakan pengembangan dari thesis pascasarjana Galih di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta belum lama ini. Dosen pembimbingnya kala itu, M. Dwi Marianto, dan dosen penguji Suwarno Wirosetrotomo, memberi tulisan pengantar untuk pameran ini. Dari total 18 karya yang ditampilkan, 12 karya adalah hasil thesisnya yang sudah diuji dan sisanya merupakan karya baru.
Topik spiritualitas ini muncul sebagaimana Galih Reza Suseno yang seorang Kristiani, tumbuh dan besar di lingkungan yang taat beragama. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan rohani dalam lingkup pergaulan yang seiman. Hingga suatu titik ia menemukan banyak sekali persepsi mengenai citra ketuhanan yang mengusik dirinya. Rumah peribadatan kini ia rasakan penuh dengan keriuhan, sehingga melunturkan kekhusyukan dalam aktivitas beribadah itu sendiri.